ELLIPSIS IN SPOKEN AND WRITTEN INDONESIAN

  • A. Djawad Mubasyir

Abstrak

Abstrak:  Pelesapan dapat dianggap sebagai ciri yang dominan dalam bahasa Indonesia namun di mana dan kapan terjadinya dalam bahasa tersebut belum banyak diketahui. Penterjemahan secara literal dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya hampir dapat dipastikan tidak akan mencapai hasil yang diinginkan dilihat dari sudut perbedaan yang mencolok dari bentuk dan aplikasi unsur pelesapan antara kedua bahasa tersebut. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk: (1)  mengidentifikasi unsur unsur makna dalam pesan yang dilesapkan dengan cara menganalisis bentuk bentuk leksiko-gramatikal yang digunakan dalam mengungkapkan makna, (2) mengidentifikasi apakah pelesapan terjadi dalam frekuensi yang berbeda dalam teks lisan dan teks tulisan bahasa Indonesia, (3) melakukan analisis kontrastif antara pelesapan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia berdasarkan  teori Halliday  (1976) yang berkaitan dengan temuan penelitian tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan teknik analisis deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa:  terdapat identifikasi enam jenis pelesapan dalam bahasa Indonesia. Dalam hal jenis dan prinsip yang digunakan, pelesapan dalam bahasa Indonesia memang memiliki sistem yang berbeda dari pelesapan yang ada dalam bahasa Inggris yang berdampak pada masalah penterjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.  Kata kunci: pelesapan, penterjemahan, penterjemah   Abstract:  Ellipsis may be claimed as a very dominant characteristic of Indonesian, but, ironically enough, very little is known about the exact nature of its occurrence in the language. It may be expected that translating a text from English to Indonesian and vice versa may almost impossibly be carried out literally because of the different ways ellipsis operates in both languages. The aims of the study are (1) to identify which elements of meaning(s) in a message or in any smaller unit of meaning  is/are left unsaid, by analysing the lexicon-grammatical forms being used to realise the meanings (2) to identify whether ellipsis occurs in different frequency in written and spontaneous spoken texts in Indonesian (3) to conduct a contrastive analysis between English ellipsis (according to Halliday and Hasan, 1976) and Indonesian ellipsis related to the findings of the present study. This study reports an overview of recent literature on ellipsis phenomena in natural language, knowledge of constrains on ellipsis construction in Indonesian. It can be concluded that the types and frequency of Indonesian ellipsis may be held true only as far as the data in the present study are concerned. The study has identified six types of ellipsis in Indonesian. In terms of types and the underlying principles of their operation, Indonesian ellipsis may be seen as a very different system from English ellipsis that may have a significant implication for translation from English to Indonesian and vice versa.  Key words: ellipsis, translation, translator
Diterbitkan
2015-12-02
Bagian
Artikel