Tentang Kami

SEJARAH BERDIRINYA MAJALAH ILMIAH WIDYA

KOPERTIS WILAYAH III

 

Sjarkawi Tjes

Pendiri dan Pemimpin Majalah Ilmiah WIDYA

 

Pada tanggal 11 Maret 2009, Majalah Ilmiah WIDYA genap berusia 25 tahun. Dalam rangka memperingati HUT ke-25 Majalah Ilmiah WIDYA tersebut, merujuk pada latar belakang histories, tulisan ini dibuat dan dibangun dari sebuah asumsi dasar yang merupakan “the startingpoint” untuk memahami realitas WIDYA sebagai sebuah institusi penerbitan majalah ilmiah. Kata “refleksi” dimaksudkan tidak saja untuk menggambarkan kiprah WIDYA secara substansial, tetapi juga mencakup proses dialektika yang menyertai perjalanan majalah ini sejak kelahirannya sampai sekarang mencapai usia seperempat abad. Obsesi yang ingin direalisasikan WIDYA di masa mendatang akan melengkapi isi tulisan ini.

Kelahiran WIDYA bermula dari himbauan DR. Amir Harahap (alm), Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III pada apel bendera tanggal 17 Januari 1984 di halaman Kantor Kopertis, Jln. Daksa IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beliau menghimbau supaya dosen PNS yang dipekerjakan di PTS dapat mendirikan sebuah wadah dalam bentuk majalah ilmiah, dengan tujuan sebagai pusat informasi dan forum komunikasi antar sesama dosen PTS se Kopertis Wilaya III. Himbauan tersebut sangat tepat mengingat bahwa ketika itu belum ada dosen yang dipekerjakan pada PTS mempunyai jenjang kepangkatan akademik yang ditetapkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas, sejak adanya kebijakan pemerintah mengangkat dosen PTS sebagai Dosen PNS pada tahun 1979.

Sejumlah dosen PNS menyambut dengan antusias himbauan Sekpel Kopertis tersebut dan berinisiatif untuk memprakarsai terbentuknya majalah ilmiah dimaksud. Prakarsa itu terasa lebih terkonsolidasi setelah berlangsungnya Seminar Akademik dan Seminar Fungsional Yayasan PTS yang diikuti para Pimpinan Yayasan dan Pimpinan PTS se Kopertis Wilayah III, di kampus ASMI, Pulo Mas, Jakarta Utara. Selanjutnya pada bulan Maret 1984, prakarsa dan kreatifitas sejumlah dosen PNS tersebut berhasil membentuk formatur yang terdiri dari Drs. Sjarkawi Tjes, Ir. Zoer’aini Djamal, Msc (sekarang Prof. Dr) dan Dra. Yulmiliana untuk menyusun proposal pendirian majalah ilmiah. Atas dukungan penuh dari Prof. DR. R. Sudjiran Rekso Sudarmo (Alm) selaku Koordinator Kopertis Wilayah III waktu itu, kemudian digantikan oleh Prof. dr. Busjra Zahir (Alm), Sekpel Kopertis, Drs. Djumhardjinis, Kabag. Ujian Negara, Prof. Ir. Soekisno Hadikoemoro, M. Sc, selaku Direktur Perguruan Tinggi Swasta, Ditjen Dikti Depdiknas, maka berdirilah Majalah Ilmiah WIDYA yang semula terbit dua bulanan sekali dan sejak tahun kedua terbit setiap bulan secara rutin sampai sekarang. Dalam rapat formatur telah disepakati Pemimpin Redaksinya Drs. Sjarkawi Tjes, Dosen PNS dipekerjakan pada Universitas Nasional (UNAS), kemudian pada tahun 1986 Pemimpin Redaksi dijabat oleh Ir. Zoer’aini Djamal Irwan, Dosen PNS dipekerjakan pada Universitas Trisakti dan pada bulan Desember 2002, Pemimpin Redaksi kembali dijabat oleh Sjarkawi Tjes, sampai sekarang. Visi yang disandang WIDYA yakni: “Mengembangkan Kreatifitas dan Meningkatkan Kualitas”. Yang didasarkan pada argumentasi pendiri ketika itu, bahwa dosen sebagai masyarakat akademik dituntut untuk merealisasikan fungsi perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah dan kampus sebagai:”Tri Dharma Perguruan Tinggi”, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Proses peningkatan mutu atau kualitas ini diawali oleh kemampuan dosen untuk mengembangkan kreatifitasnya, sebagai perangsang untuk menggiatkan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di PTS masing-masing dalam suasana kebebasan yang bertanggung jawab. Visi WIDYA semula didedikasikan kepada 4 (empat) misi, yakni: (1) menerbitkan karya/tulisan ilmiah dosen melalui majalah ilmiah atau jurnal ilmiah; (2) memprakarsai berbagai forum ilmiah seperti; seminar dan lokakarya dalam skala lokal dan nasional, serta mimbar ilmiah bulanan; (3) memberikan layanan bimbingan dan konseling, serta pelatihan; (4) usaha penerbitan buku/diktat kuliah.

Tanpa disadari bahwa komitmen para pendiri WIDYA secara tidak langsung telah menaikan citra Kopertis Wilayah III ketika itu, karena telah memberikan akses dan kontribusi bagi dosen PNS dalam penerbitan majalah ilmiah, sehingga WIDYA telah menjadi contoh yang ditiru oleh rekan kerja Dosen PNS diberbagai Kopertis di luar DKI Jakarta untuk menerbitkan majalah ilmiah serupa. Dukungan dari pimpinan PTS di Lingkungan Kopertis Wiayah III pun mengalir dari waktu ke waktu, bahkan ketika Prof. Yuhara Sukra menjabat sebagai Direktur Perguruan tinggi Swasta Ditjen Dikti, Majalah Ilmiah WIDYA pernah memperoleh bantuan hibah dari Japan Foundation.

Majalah Ilmiah WIDYA telah berkiprah dalam mempublikasikan karya/tulisan ilmiah para dosen sejak 25 tahun yang lalu. Sebagai institusi penerbitan karya/tulisan ilmiah dosen WIDYA tidak pernah absen mempublikasikan karya/tulisan ilmiah dosen, walaupun pengelola dan anggota dan redaksinya datang silih berganti dan ada yang mengabsenkan diri. Namun WIDYA tetap konsisten pada komitmennya sejak lahir, yakni “mengembangkan kreatifitas dan meningkatkan kualitas” . Tidak pernah ada yang menyangka bahwa sebelumnya majalah ini akan bisa bertahan hidup sampai sekarang untuk mempublikasikan karya/tulisan ilmiah para dosen PerguruanTinggi Swasta (PTS) di lingkungan Kopertis Wilayah III Jakarta. Dengan usia 25 tahun itu , telah banyak pula yang dihasilkan WIDYA, antara lain: Tulisan ilmiah dosen PTS yang telah dipublikasikan berjumlah 2.250 judul. Dengan tulisan ilmiah itu, para penulis telah mendapatkan KUM sebagai syarat untuk kenaikan jenjang jabatan akademik, bahkan dengan tulisan-tulisan ilmiah itu tidak sedikit dosen yang sudah mencapai pangkat ke tingkat Guru Besar.

Misi suci yang dikibarkan pengelola WIDYA sampai kepada usianya yang sekarang telah dapat memacu upaya pengembangkan kreatifitas dan peningkatan kualitas dosen PTS tanpa mengingkari terdapatnya kekurangan dan kendala yang dihadapi. Kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pengelola dan semua anggota dewan redaksi majala ilmiah WIDYA yang telah mennunjukan komitmen, dedikasi, tanggung jawab, kerja keras dan tanpa tanda jasa, dalam melaksanakan tugas mulia untuk merealisasikan misis majalah ini. Kita pun bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmatNya majalah ilmiah ini dapat bertahan hidup sampai pada usia seperempat abad.

Mengingat bahwa di lingkungan Kopertis Wilayah III terdapat tidak kurang dari 300an PTS dengan jumlah dosen, baik PNS maupun Dosen Yayasan, kurang lebih sekitar 30.000 orang, maka WIDYA pada awal 2002 telah memberanikan diri untuk menerbitkan 3 (tiga) jurnal ilmiah (semula direncanakan 5 jurnal Ilmiah) yang terakreditasi C berdasarkan Surat KeputusanDirjen Dikti Depdiknas Nomor 22/Dikti/Kep/2002. Ketiga jurnal ilmiah tersebut yakni: (1) Jurnal WIDYA Ekonomika; (2) Jurnal WIDYA Yustisia; dan (3) Jurnal WIDYA Kesehatan dan Lingkungan. Argumentasi Pengelola WIDYA untuk menerbitkan jurnal ilmiah didasarkan pada pentingnya penelitian ilmiah yang dapat menghasilkan pengetahuan baru guna memperkaya khazanah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. Sebab, perspektif yang mengaitkan perguruan tinggi dengan penelitian ilmiah sejalan dengan amanat konstitusi, yakni: untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (Pembukaan UUD 1945), dan memajukan ilmu pengetahuan an teknologi (pasal 31 ayat 5 Amandemen keempat UUD 1945).

Selanjutnya, penelitian Ilmiah dosen dan jurnal ilmiah merupakan dua sisi mata uang yang sama yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Pengetahuan baru yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah dosen, harus dipublikasikan melalui jurnal-jurnal ilmiah, sehingga dapat diketahui dan menjadi rujukan para ahli berbagai universitas, baik di dalam maupun di luar negeri. Penelitian dan penerbitan jurnal ilmiah telah dijadikan sebagai sebuah indikator oleh Time Higher Education dalam memberikan peringkat perguruan tinggi. Dalam pada itu, sudah banyaknya Dosen PNS dipekerjakan yang berpangkat Lektor, sehingga membutuhkan jurnal ilmiah sebagai wadah untuk proses kenaikan pangkat/jenjang jabatan akademiknya sampai ke tingkat Guru Besar. Untuk membantu dosen PTS, terutama yang sudah berpangkat akademik Lektor, untuk proses kenaikan pangkat akademik yang lebih tinggi, maka WIDYA menerbitkan 3 (tiga) jurnal ilmiah di atas. Ketika ketiga jurnal ilmiah tersebut mengajukan permohonan untuk di reakreditasi kembali pada tahun 2005, usaha jurnal ini kandas memperoleh akreditasi baru bersama dengan puluhan jurnal ilmiah di perguruan tinggi lainnya.

Sungguhpun begitu, Pengelola WIDYA tidak akan patah semangat, walaupun kondisi WIDYA sangat prihatin tetap memiliki obsesi untuk menerbitkan kembali beberapa jurnal ilmiah yang terakreditasi, dalam rangka membantu dosen PTS untuk kenaikan pangkat akademiknya. Obsesi selanjutnya adalah pengelola WIDYA akan menjalin kerjasama dengan sejumlah Asosiasi Profesi dan sejumlah Mitra Bestari yang terdiri dari Guru Besar, atau DR dalam ilmu tertentu di berbagai universitas di Jakarta maupun di luar Jakarta, untuk memenuhi persyaratan jurnal ilmiah yang terakreditasi seperti yang disyaratkan Ditjen Dikti Depdiknas. Obsesi terakhir adalah dengan usia WIDYA yang memasuki tahun ke 26, Pengelola WIDYA akan berupaya untuk kembali melaksanakan misinya ke 2 sampai ke 4, dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 54), telahmenjadi akses bagi peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi melalui penerbitan jurnal ilmiah. Kinerja WIDYA pada masa depan akan sangat tergantung pada semangat, dedikasi, tanggungjawab dan kerja keras dan komitmen pengelolanya bersama Pimpinan Kopertis Wilayah III, serta dengan kepiawaian cendekianya untuk mampu menangkap peluang. Wallahu’alam.

 

Jakarta, 11 Maret 2009

Tentang Sistem Penerbitan