PENGARUHPENAMBAHAN SEKAM BAKAR PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.)

  • Helfi Gustia

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan tanaman sawi menginginkan tanah yang gembur, subur, dan drainase baik. Sekam bakar adalah media tanam yang porous dan steril yang dapat ditambahkan ke dalam media tanam tanaman sawi dalam upaya meningkatkan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam bakar pada media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian telah dilakukan pada bulan November 2012 sampai dengan bulan Januari 2013. Penelitian berlokasi di Pondok Benda, Kecamatan Pamulang yang berada 44 m di atas permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari empat tanaman, sehingga ada 80 tanaman. Uji lanjutan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%, dimana dalam analisis data ditransformasikan ke √x+0.5, melalui program Sirichai Statistics versi 6.07. Hasil penelitian menyatakan perlakuan P2 (penambahan sekam bakar ke dalam media tanam dengan perbandingan 2:2) menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot konsumsi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan P3, P1, dan P0. Perlakuan P0 (tidak ada penambahan sekam bakar ke dalam media tanam) memperlihatkan hasil tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot konsumsi terendah. Kata kunci: sekam bakar, media tanam, tanaman sawi Abstract: Mustard plants growing desire for loose soil, fertile, and well drained. Husk fuel is porous planting medium and sterile that can be added to the mustard plant growing media in an effort to increase production. The purpose of this study is to determine the effect of husk fuel to the growing media on the growth and yield of mustard (Brassica juncea L.). Research has been carried out in November 2012 to January 2013. Research located in Pondok Benda, Pamulang district that is 44 m above sea level. Complete research using randomized group design (RKLT) with four treatments and five replications. Each experimental unit consisted of four plants, so there are 80 plants. Further tests using Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) at the level of 5%, where the analysis of the data is transformed to √x+0.5, through 6:07 Sirichai Statistics version. The study states P2 treatment (addition of husk fuel into the planting medium with a ratio of 2:2) shows the plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, and the weight of the highest consumption compared to the treatmentP3, P1, and P0. P0 treatment (no additional fuel husk into growing media) shows the results of plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, and the weight of the lowest consumption. Key wors: husk fuel, planting medium, mustard plant.
Published
2013-09-13
Section
Artikel