TANGGUNG JAWAB HUKUM PERSEROAN TERBATAS (PT) YANG DINYATAKAN PAILIT

  • - Purbandari Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Keywords: bankruptcy, limited liability company, the legal consenquences

Abstract

Abstract: With the bankruptcy of an alleged Limited Liability Company, then treaseres will be in public and confiscated and the company will lose the treasure of his wealth. This will affect the existence of the company, where its administrator must be requested personally responsible written as the principle of Piercing The Corporate Veil. The purpose of this study is to (1) discuss the bankruptcy of a company, (2) the legal consequences of stated bankrupt company. The research methods using the juridical normative, which analysed qualitatively with data sourced from primary and secondary legal materials, and use the approach of law (statute approach) conducted by reviewing some of the legislation and other regulations relevant to the bankruptcy of a company. It can be concluded that: (1) the nature of bankruptcy is general encumbrances over the assets of the debtor are divided on the principle of balance; (2) due to the bankruptcy of a company is that company does not lose its existence, but the management dan liquidation process is done by the curator.

References

Agus Budiarto. Kedudukan Hukum Dan Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2002.
Ahmad M. Ramli. Status Perusahaan Dalam Hukum Perdata Internasional Teori dan Praktek. Cet. Kesatu. Alumni Bandung:1986.
Chatamarasjid Ais. Menyingkap Tabir Perseroan (Piercing The Corporate Veil): Kapita Selekta Hukum Perusahaan. Cet. 1.: Citra Aditya Bakti, Bandung, 2000.
Gunawan Wijaya dan Ahmad Yani. Seri Hukum Bisnis Kepailitan:Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2009.
Gunawan Wijaya dan Ahmad Yani , Seri Hukum Bisnis Perseroan Terbatas. Raja Grafindo Persada, Jakarta 2003.
I.G. Ray Widjaja. Hukum Perseroan Terbatas : Khusus Pemahaman Atas Undang Undang No. 1 Tahun n 1995. Kasaint Blanck, Jakarta, 1996.
Hamilton, Robert W., The Law of Corporation, West Publishing Co,. St. Paul, Minn 1996.
Imran Nating. Peranan dan Tanggung Jawab Kurator Dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit. Edisi Revisi. Cet. 2, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2005.
Jerry Hoff,. Undang Undang Kepailitan Indonesia. Penerjemah Kartini Mulyadi. Cet. 1. Jakarta : Tatanusa, Oktober 2000.
Lontoh, Rudhy A., Deny Kailimang, Benny Ponto (eds). Penyelesaian Utang Piutang Melalui Kepailitan atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Hutang . Alumni, Bandung, 2001.
Munir Fuady. 1998. Hukum Pailit Dalam Teori dan Praktik. Citra Aditya Bakti, Bandung, 1998.
Munir Fuady. Perseroan Terbatas : Paradigma Baru. Cet. 1. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2003.
Rachmadi Usman. Dimensi Hukum Perusahaan Perseroan Terbatas. Ed. Pertama. Cet. 1. Alumni Bandung, 2004.
Republik Indonesia, Undang Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. L.N. No. 131 Tahun 2004, T.L.N. No. 4443.
Republik Indonesia, Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, U.U.L.N. No. 106 Tahun 2007. T.L.N. No. 4756.
R. Ali Rido. Badan Hukum dan Kedudukan Badan Hukum Perseroan, Perkumpulan, Koperasi, Yayasan, Wakaf.: Alumni Bandung, 2002.
Ridwan Khairandy. Perseroan Terbatas Sebagai Badan Hukum. Jurnal Hukum Bisnis,Volume 26– No. 3 Tahun 2007.
Simatupang. R.B. Aspek Hukum Dalam Bisnis. Rineka Cipta, Jakarta,2003.
Sri Rejeki Hartono. Kapita Selekta Hukum Perusahaan. Mandar Maju, Bandung, 2002.
Situmorang, Victor M. dan Hendri Soekarso. Pengantar Hukum Kepailitan di Indonesia. Rineke Cipta, Jakarta,2004.
Tumbuan, Fred B.G. Pokok Pokok Undang Undang tentang Kepailitan Sebagaimana Diubah oleh Perpu No. 1/1998 Dalam Penyelesaian Utang Piutang Melalui Kepailitan dan Peundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Rudhy A. Lontoh. Ed,: Alumni, Bandung 2001.
Published
2014-05-16
Section
Artikel